🇮🇩 Selamat Datang di Website Resmi MTs Raudlatul Mutaallimin Sumberbaru 🇮🇩

Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka | MTs Raudlatul Muta'allimin 01 Gelang

 




Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) adalah suatu kegiatan pelatihan, bimbingan teknis, dan kerja kelompok yang terstruktur yang diselenggarakan untuk para pendidik (guru) dan tenaga kependidikan. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis dalam menerapkan Kurikulum Merdeka secara nyata di satuan pendidikan (sekolah/madrasah).

Berbeda dengan seminar yang cenderung hanya mendengarkan paparan teori (satu arah), sebuah workshop (lokakarya) mewajibkan peserta untuk aktif berdiskusi, praktik, dan menghasilkan produk nyata (output) yang siap digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Berikut adalah rincian penting untuk memahami makna dan esensi dari Workshop IKM:

1. Tujuan Pelaksanaan Workshop IKM

  • Menyamakan Persepsi: Memastikan seluruh guru memahami filosofi dasar Kurikulum Merdeka (seperti konsep Flipped Classroom, Pembelajaran Berdiferensiasi, dan Merdeka Belajar).

  • Menguasai Struktur Kurikulum: Membantu guru memahami perubahan struktur mata pelajaran, capaian pembelajaran (CP), dan alur tujuan pembelajaran (ATP).

  • Menyusun Perangkat Ajar Baru: Melatih guru agar mampu memodifikasi atau menyusun sendiri Modul Ajar (pengganti RPP) dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP).

  • Kesiapan Projek Karakter: Membekali guru untuk merancang dan memfasilitasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) atau Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P2RA) di madrasah.

2. Materi Utama dalam Workshop IKM

Dalam workshop ini, materi yang dibedah biasanya sangat teknis dan aplikatif, meliputi:

  • Analisis Capaian Pembelajaran (CP): Mengubah narasi kompetensi dari pemerintah menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

  • Perancangan Modul Ajar: Membuat skenario pembelajaran di kelas yang berpusat pada murid.

  • Asesmen Kurikulum Merdeka: Mengembangkan instrumen Asesmen Diagnostik (awal), Asesmen Formatif (selama proses), dan Asesmen Sumatif (akhir).

  • Pembelajaran Berdiferensiasi: Teknik mengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar murid yang berbeda-beda.

  • Perencanaan P5: Menyusun modul projek, menentukan tema (misal: Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal), dan menentukan sistem penilaian projek.

3. Ciri Khas Kegiatan Workshop

  • Berbasis Kerja Kelompok (Musyawarah Guru): Guru biasanya dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran (MGMP) atau fase perkembangan siswa (Fase A, B, C, D, E, F) untuk berdiskusi bersama.

  • Pendampingan oleh Narasumber Ekspert: Dipandu oleh Pengawas Sekolah, Pelatih Ahli, Fasilitator Sekolah Penggerak, atau Guru Penggerak yang sudah tersertifikasi.

  • Menghasilkan Produk (Output): Di akhir kegiatan, setiap guru atau kelompok harus mempresentasikan produk kerja mereka (misalnya contoh Modul Ajar atau Modul P5) untuk mendapat masukan/revisi sebelum diterapkan di kelas.

4. Manfaat bagi Sekolah/Madrasah

Dengan adanya workshop ini, sekolah dapat memastikan bahwa saat tahun ajaran baru dimulai, transisi dari kurikulum lama ke Kurikulum Merdeka tidak membuat guru kebingungan. Workshop ini meminimalkan risiko salah tafsir dalam mengajar dan memastikan siswa mendapatkan hak belajarnya sesuai dengan esensi utama Kurikulum Merdeka, yaitu pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan relevan dengan perkembangan zaman.




0 Response to "Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka | MTs Raudlatul Muta'allimin 01 Gelang"

Posting Komentar

Silahkan komentar diwah ini.